Quick Search
For faster results please use our Quick Search engine.

Advanced Search

Search across titles, abstracts, authors, and keywords.
Advanced Search Guide.

721 results

Undergraduate Thesis

Pengembangan Desain Mainan Balok Montessori untuk Usia 3-6 Tahun Berkonsep Multiplayer (Studi Kasus: Albata Islamic Montessori Preschool) [Design Development of Montessori Block Toys for Ages 3-6 Years with Multiplayer Concept (Case Study: Albata Islamic Montessori Preschool)]

Available from: Universitas Dinamika (Indonesia) - Institutional Repository

Asia, Australasia, Indonesia, Islamic Montessori method of education, Islamic education, Montessori method of education, Religious education, Southeast Asia

See More

Abstract/Notes: Perkembangan pada anak salah satunya adalah perkembangan motorik halus. Penguasaan motorik halus adalah salah satu yang penting bagi anak khususnya usia 3-6 tahun. Namun, tidak semua anak mempunyai kematangan yang sama untuk menguasai kemampuan motorik halus pada tahap yang sama. Perkembangan motorik halus pada anak salah satunya dipengaruhi faktor eksternal yaitu lingkungan. Metode pembelajaran Montessori merupakan salah satu metode yang mementingkan penyediaan lingkungan yang sesuai dengan tahap perkembangan anak. Penyediaan lingkungan yang sesuai diwujudkan melalui berdirinya sekolah-sekolah dengan metode pembelajaran Montessori, termasuk Albata Islamic Montessori Preschool. Bedanya, kelas di sekolah yang menggunakan Metode pembelajaran Montessori tidak mengelompokkan anak berdasarkan umur agar anak bisa saling mengajarkan dan bersosialisasi dengan baik, membentuk jiwa kepemimpinan anak, tanggung jawab dan kemandirian. Selain itu dalam metode ini, digunakan alat permainan edukatif yang sesuai dengan tahap perkembangan anak. Berdasarkan penjelasan diatas, dibutuhkan sarana pembelajaran motorik halus berupa mainan montessori yang dapat dimainkan anak usia 3-6 tahun secara bersama-sama atau multiplayer. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif, data bersumber dari observasi, wawancara dan studi literatur. Salah satu mainan Montessori yang umum digunakan untuk melatih motorik halus adalah mainan balok. Perbedaan mainan balok yang dikembangkan peneliti dibanding penelitian serupa sebelumnya yaitu dalam segi fungsi dan cara bermain. Sementara material menggunakan kayu dengan finishing yang menyesuaikan fungsi yaitu HPL putih glossy digunakan untuk menggambar, menulis pada permukaan balok. Hasil penelitian berupa Mainan Balok Montessori multiplayer yang memiliki nilai kebaruan dari segi fungsi yaitu digunakan untuk melatih motorik halus khususnya aktifitas yang bersifat practical life dan dari segi cara bermain menggunakan konsep multiplayer yang sesuai dengan perkembangan psikologis usia 3-6 tahun.

Language: Indonesian

Published: Surabaya, Indonesia, 2022

Article

✓ Peer Reviewed

La formazione Montessori Nazionale ed Internazionale a Perugia / La formación nacional e internacional Montessori en Perugia / National and International Montessori Training in Perugia

Available from: Universidade de Santiago de Compostela (Spain)

Publication: RELAdEI (Revista Latinoamericana de Educación Infantil), vol. 3, no. 3

Pages: 147-152

See More

Language: Italian

ISSN: 2255-0666

Book

Montessori-Pädagogik in Deutschland: Rückblick - Aktualität - Zukunftsperspektiven ; 40 Jahre Montessori-Vereinigung e.V. [Montessori Pedagogy in Germany: Review - Current Issues - Future Perspectives 40 years of the Montessori Association]

Europe, Germany, Harald Ludwig - Writings, Montessori method of education - History, Western Europe

See More

Abstract/Notes: Der vorliegende Band 7 der Reihe mit dem Titel „Montessori-Pädagogik in Deutschland“ ist entstanden im Anschluss an die Jubiläumstagung, die aus Anlass des 40jährigen Bestehens der 1961 gegründeten Montessori-Vereinigung e.V., Sitz Aachen, 2001 in der Thomas-Morus-Akademie in Bensberg stattgefunden hat. Die Leserinnen und Leser dieses Bandes erhalten aus den vielfältigen Beiträgen ein reichhaltiges und differenziertes Bild der Montessori-Pädagogik in Theorie und Praxis in Deutschland und darüber hinaus. Denn Montessori-Pädagogik vollzieht sich seit ihren Anfängen in einem internationalen Kontext. Es geht in diesem Band nicht nur um die in den vergangenen vier Jahrzehnten geleistete Arbeit, sondern auch um die Aktualität des pädagogischen Denkens Maria Montessoris, um kritische Weiterentwicklungen und mögliche Perspektiven für die Zukunft angesichts der Herausforderungen des 21. Jahrhunderts.

Language: German

Published: Münster, Germany: Lit, 2002

ISBN: 978-3-8258-5746-2 3-8258-5746-8

Series: Impulse der Reformpädagogik , 7

Article

✓ Peer Reviewed

La grande bellezza: María Montessori e la Pedagogia al Femminile / La gran belleza: María Montessori y la Pedagogía en Femenino / The Great Beauty: Maria Montessori and Feminine Pedagogy

Available from: Universidade de Santiago de Compostela (Spain)

Publication: RELAdEI (Revista Latinoamericana de Educación Infantil), vol. 3, no. 3

Pages: 109-116

See More

Abstract/Notes: A través de algunos flash, dar luz a los horizontes del pensamiento pedagógico oculto de María Montessori. En particular, vamos a entregar a los lectores un conjunto de "islas" de su inabissabile inexplorado - porque inmortal - archipiélago de niño de la educación. Reforzar el teorema. En las siguientes líneas, illumineremo una cara de luna Montessori se mantuvo en gran medida en las sombras. Hablamos de su mirada problemática y dialéctico de puntos con pensamientos débiles.

Language: Spanish

ISSN: 2255-0666

Book

Montessori incontra... Intrecci pedagogici tra scuola montessoriana e didattiche non tradizionali / Montessori meets... Pedagogical interweaving between Montessori school and non-traditional teaching

See More

Abstract/Notes: E se Maria Montessori fosse vissuta ancora nei decenni passati dalla sua morte a oggi? Avrebbe verosimilmente incontrato don Milani, Mario Lodi, Rodari, Bortolato, Malaguzzi, Rosenberg, la Pedagogia del bosco, l’Apprendimento cooperativo, l’Educazione diffusa, le Scuole Senza Zaino. E, viceversa, senza Maria Montessori, quante di queste esperienze non sarebbero ciò che sono? In dieci diversi dialoghi viene proposto in questo volume un dizionario pedagogico di incontri e di temi significativi, fraternità pedagogiche evidenti e suggestive. Sono incontri che Montessori non ha mai vissuto personalmente, ma che possiamo provare a immaginare trasformandoli non solo in riflessione educativa e didattica ma anche in pratica quotidiana. Percorsi possibili di apprendimento e di sviluppo, spunti operativi per raccontare come l’incontro pedagogico possa essere declinato nel fare scuola, affidato alla professionalità di docenti che, appassionati al metodo Montessori, abbiano il desiderio e la capacità di farlo vivere nel presente, senza timore che la contaminazione possa voler dire snaturare l’essenza e il valore del metodo.

Language: Italian

Published: Trento, Italy: Erickson, 2018

ISBN: 978-88-590-1642-7

Article

Montessori Milestones [Chiaravalle Montessori School, Evanston, IL; Wyoming Valley Montessori School, Kingston, PA; AMS scholarships]

Publication: Montessori Life, vol. 5, no. 1

Pages: 15–16

See More

Language: English

ISSN: 1054-0040

Article

✓ Peer Reviewed

La pedagogía de Montessori y la formación de profesores. La importancia de la teoría / Montessori Pedagogy and Teacher Training. Nothing so Practical as a Good Theory / Pedagogia Montessori e Formação de Professores. Nada tão prático quanto uma boa teoria

Available from: Universidad Pedagogica Nacional (Colombia)

Publication: Pedagogía y Saberes, no. 58

Pages: 59-72

See More

Abstract/Notes: This article reflects how to know about Montessori pedagogy and the process she followed to build it, can help future teachers to be reflective and innovative. The aim is not to suggest that student teachers should know the pedagogy of Montessori, nor that of any specific pedagogue, and to put it into practice or imitate it, without further ado. Educational literature agrees that an educational system will be as good as its teachers, and they will not be able to improve education if they simply apply methods designed by others in an uncritical and decontextualized way. After describing how Montessori came to propose her method and establish her pedagogical principles, the importance of linking theory and practice in the initial and permanent training of future teachers is underlined.

Language: Spanish

DOI: 10.17227/pys.num58-17194

ISSN: 2500-6436, 0121-2494

Article

Maria Montessori, die Begründerin der Montessori-Methode : zum 25jährigen Jubiläum der Montessori-Bewegung in der Schweiz

Available from: Eidgenössische Technische Hochschule (ETH) - e-Periodica

Publication: Schweizerische Lehrerinnen-Zeitung, vol. 37, no. 20

Pages: 349-350

Montessori method of education, Switzerland

See More

Language: German

DOI: 10.5169/seals-312786

Bachelor's Thesis

Perbedaan tingkat kemandirian anak Prasekolah di sekolah Montessori dengan sekolah non Montessori [Differences in the level of independence of preschool children in Montessori schools and non-Montessori schools]

Available from: CORE

Asia, Australasia, Comparative education, Indonesia, Montessori method of education - Criticism, interpretation, etc., Montessori method of education - Evaluation, Southeast Asia

See More

Abstract/Notes: Kemandirian adalah kemampuan seseorang untuk melakukan segala sesuatunya sendiri sesuai dengan tugas perkembangannya yang didasari oleh inisiatif, keinginan, kontrol diri dan kepercayaan pada kemampuannya sendiri. Anak perlu dilatih kemandiriannya sejak usia dini supaya tugas perkembangan dapat berkembang secara optimal. Sekolah memiliki peran penting untuk meningkatkan kemandirian anak. Menurut Santrock (2002:242), lingkungan bermain sangat penting dalam optimalisasi perkembangan anak. Salah satu sekolah dengan pendekatan seperti di atas adalah sekolah Montessori. Pendekatan Montessori menerapkan agar anak belajar mandiri dan tidak bertanya kepada guru atau menunggu jawaban (Hainstock 2008:38-40). Anak yang dididik dengan pendekatan Montessori diberi kesempatan untuk bekerja sendiri dengan material-material yang ada di lingkungannya, mengungkapkan keinginannya untuk memilih aktivitas, mengembangkan disiplin, dan anak perlu mengetahui apa yang baik dan buruk. Apabila hal-hal ini telah dipenuhi, maka kemandirian anak akan terbentuk (Modern Montessori International n.d.:40-41). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui secara empiris ada tidaknya perbedaan tingkat kemandirian anak prasekolah di sekolah Montessori dengan sekolah non Montessori. Subjek penelitian (N=28) adalah anak prasekolah berusia 3-4 tahun yang bersekolah di sekolah Montessori “X” dan sekolah non Montessori “Y” Teknik pengambilan sampel menggunakan seluruh populasi playgroup 2. Pengambilan data menggunakan rating scale terhadap kemandirian anak di sekolah Montessori maupun di sekolah non Montessori. Data dianalisis dengan teknik Uji t (t-test). Nilai t = 0.364, dengan p = 0.720 (p > 0.05) yang berarti hipotesis penelitian ditolak. Hal ini berarti tidak ada perbedaan signifikan tingkat kemandirian anak prasekolah di sekolah Montessori “X” dengan sekolah non Montessori “Y”. [Independence is a person's ability to do things on their own in accordance with their developmental tasks based on initiative, desire, self-control and belief in their own abilities. Children need to be trained to be independent from an early age so that developmental tasks can develop optimally. Schools have an important role in increasing children's independence. According to Santrock (2002: 242), the play environment is very important in optimizing children's development. One of the schools with such an approach is the Montessori school. The Montessori approach applies so that children learn independently and do not ask the teacher or wait for answers (Hainstock 2008:38-40). Children who are educated with the Montessori approach are given the opportunity to work alone with materials in their environment, express their desire to choose activities, develop discipline, and children need to know what is good and bad. If these things have been fulfilled, then the child's independence will be formed (Modern Montessori International n.d.: 40-41). This study aims to determine empirically whether there are differences in the level of independence of preschool children in Montessori schools and non-Montessori schools. The research subjects (N=28) were preschoolers aged 3-4 years who attended Montessori schools "X" and non-Montessori schools "Y" The sampling technique used the entire playgroup population 2. Data collection used a rating scale on the independence of children in Montessori schools. as well as in non-Montessori schools. The data were analyzed by using the t-test technique (t-test). The value of t = 0.364, with p = 0.720 (p > 0.05) which means the research hypothesis is rejected. This means that there is no significant difference in the level of independence of preschool children in Montessori schools "X" with non-Montessori schools "Y"]

Language: Indonesian

Published: Surabaya, Indonesia, 2009

Article

Meng tai suo li (Montessori Maria 1870-1952) / 蒙台梭利 (Montessori Maria 1870-1952) [Maria Montessori, 1870-1952]

Publication: Xiandai Daxue Jiaoyu / 現代大學敎育 [Modern University Education], vol. 1991, no. 4

Pages: 3

See More

Abstract/Notes: <正> 意大利女教育家,蒙台梭利法的创始人。作为意大利女性,最初毕业于罗马大学医学系,后到法国钻研特殊儿童的治疗。1899年任国立异常儿童学校校长,1909年任罗马大学讲师。1907年在罗马贫民街开设“幼儿之家”,采用自己考察的教育法,引起了世界的注目。她在人类学、生理学、异常心理学等领域潜心钻研,积累了实践经验,充分有效地利用

Language: Chinese

ISSN: 1671-1610

Advanced Search